Selamat Datang Di Rahmat Blog Temukan Tips Dan Trik Cinta Dihalaman Rahasia Ini Jangan Lupa Like Atau Comment ya !!! Thanks :)

UN Hari Pertama, Laporan Kecurangan Nihil


Selasa, 16 April 2013

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ


Jakarta --- Ujian Nasional (UN) SMA/sederajat hari ini, Senin (15/04) dimulai. Meski di 11 provinsi di wilayah Indonesia Tengah pelaksanaan UN diundur hingga Kamis (18/04) mendatang, di 22 provinsi lainnya tetap berjalan sesuai rencana. Sejak tanggal 13 April yang lalu, Pusat Informasi dan Humas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah membuka posko UN yang menampung laporan dari masyarakat. Baik berupa pengaduan, keluhan, permintaan informasi maupun aspirasi lainnya.

Kepala Pusat Informasi dan Humas (PIH) Kemdikbud, Ibnu Hamad mengatakan, sejak dibuka selama tiga hari ini, belum ada satu laporan pun yang masuk ke posko UN tentang adanya indikasi kebocoran maupun bentuk kecurangan lainnya. "Yang paling menarik hari ini, tidak ada laporan sama sekali tentang kecurangan maupun bocoran kunci jawaban UN," kata Ibnu saat memberi pengantar konferensi pers di Gerai Informasi Kemdikbud, Senin (15/04) malam.

Dari 276 laporan yang masuk ke posko UN, Ibnu merinci jenis laporan tersebut menjadi 8 pengaduan, 224 permintaan informasi, dan 44 pemberian aspirasi dan masukan dari masyarakat. Hal-hal yang menonjol dalam laporan-laporan tersebut adalah mengenai klarifikasi tentang keterlambatan pelaksanaan UN di wilayah Indonesia tengah, dan laporan tentang lembar jawaban UN yang kurang baik kualitas kertasnya.

Ibnu menambahkan, tidak adanya laporan kecurangan di hari pertama ini menandakan tingkat kejujuran di UN meningkat. Dengan variasi soal yang tinggi, siswa tidak perlu melakukan kecurangan karena harus konsentrasi dan fokus mengerjakan soal masing-masing.
Untuk LJUN yang buruk dan menyebabkan hasil pekerjaan siswa tidak bisa dipindai dengan komputer, anggotan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Tengku Ramli Zakaria mengatakan, LJUN tersebut akan dipindai secara khusus oleh tim pemindai khusus pula. "Intinya disini jangan sampai siswa dirugikan," katanya. (AR)

Sumber : http://kemdikbud.go.id

Share this article

Comments
0 Comments

0 komentar :

email

Dapatkan artikel baru kami lewat email !